Minggu, 22 Juli 2012

karya teknologi MEMBUAT POMPA AIR DARI TALI

Cara pembuatan di halaman bawah
 





















UNTUK KITA TEMAN, mesin 
pompa

Listrik padam, teman
pompa air tak jalan
Penghematan kebangkrutan perbaikan bagai
alasan PLN

Mesin kita jalan, teman
mesin semangat kita tetap berputar bagai roda jalanan, teman

kita bagi makanan kekuatan, teman
kita pompa mesin tanpa PLN 

dalam kedaruratan gerakkan terus, teman
putar terus, teman
campakkan kelemahan, teman
lawan kemalasan, teman
makan kekuatan, teman

semangatlah teman
raihlah teman
kesuksesan, teman

untuk kita, teman
..kelalaian.. kesialan.. kegagalan..
jangan teruskan

teruskan semangat kita, teman
putar terus pompa kita, teman
terus teruskan  semangat mesin kita, teman
kita akan dapatkan air kesejukan

(Minggu 24/06/2012).

 































puisi AKU INGIN BERGUNA


AKU INGIN BERGUNA
Km,12072012

Aku inging..
berteman
saat senang,
saat susah..
bagai udara..
berguna

aku ingin..
bagai udara..
bergerak lembut
menghembus tubuh..
lebih
saat gerah

aku ingin..
dihirup,
dihembus..
menembus hidung..
terobos tenggorok..
terus ke dada..
bagai udara..
berguna

aku ingin berguna
bagai udara..
tak pernah lelah
merayap
ke paru-paru..

aku ingin..
beriring..
dengan sel
darah merah
bagai udara..
dalam tubuh

aku ingin..
bagai oksigen..
bergandeng hemoglobin..
protein
mengalir ke seluruh tubuh
dipompa jantung
berguna..

aku ingin..
bagai udara..
dipompa
ke..
dalam bola, dalam roda,
apa saja..
berguna

aku ingin..
bagai udara..
berputar bersama roda..
sepeda, honda,
apa saja..
hingga..
berguna.

puisi HITUNGLAH JIKA KAU BISA



Sumber Foto: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/110458
 
HITUNGLAH JIKA KAU BISA
02072012
Jika kau sanggup, hitunglah rumput di darat dan rumput di laut.
Jika kau sanggup, hitunglah bintang di langit dan bintang di laut.
Jika kau sanggup, hitunglah pasir di darat dan pasir di laut.
Jika kau sanggup, hitunglah batu di darat dan batu di laut.
tak usahlah,
tak usah jauh,
jauh kau menghitung.
Jika kau sanggup, hitung sajalah setiap langkah mu, di setiap waktu.
Jika kau sanggup, hitung sajalah setiap gerak gerikmu, di setiap saat.
Jika kau sanggup, hitung sajalah setiap denyut jantungmu, di setiap kali berdenyut.
Jika kau sanggup, hitung sajalah setiap kedipan matamu, di setiap kali berkedip.
berapa kali?
catat..! cepat..!
ambil kertas dan pena mu..! 
isilah sampai penuh..!
habis.. kertas
pena mu pun membisu,
beli dan isi lagi..! sementara itu,
kau tertinggal jauh,
biarlah..
lagi.. jangan putus asa
mulailah dengan gigih, dengan yang lebih canggih
hitunglah dengan memori teknologi
1 giga 2 giga 3 giga  4 giga 5 giga 6 giga 7 giga 8 giga 9 giga 10 giga
sebut sajalah berapa giga
simpanlah di hardisk beribu giga 1000 giga 2000 giga 3000 giga 4000 giga 5000 giga 6000 giga 7000 giga 8000 giga 9000 giga 1000 giga
sebut sajalah berapa giga
isilah sampai penuh..!
jenuh
lumpuh
luluh
...uh
belum lagi..
jika kau sanggup, hitung sajalah setiap udara yang keluar masuk melalui hidung dan mulut mu, di setiap napasmu
jika kau sangguh, hitung sajalah setiap gerakkan dagumu gigimu gusimu bibirmu lidahmu, di setiap kali sedang menghitung.
bingung
linglung
tak sanggup kau menghitung
gila kau bilang
banyak kata
katakan saja tak bisa,
selain Yang Maha  Kuasa.  


video MENGHAFAL AL-QUR'AN


Minggu, 01 Juli 2012

puisi: akhiri derita


AKHIRI DERITA

akan..
ku akhiri derita panjang berderet-deret
di sini,
kini..
sendiri

ku lilit tali..
di tiang..
tuk bergantung..
bergantung tiada berayun..
berayun tiada senyum, senyum tiada senang..
senang tiada gembira
gembira tiada jiwa  

tapi..
bukan ku takut mati,
jalan pintas.. , permisi..!
lenyap..sirna..
seketika, melihat anak-anak
shalat..

sadar..
yakin..
syukur..
pada-Mu
tiada jalan neraka ..   

(Ampek Angkek, Selasa: 02-07-2012)

Kamis, 28 Juni 2012

artikel: surga ada di telapak kaki ibu


SURGA ADA DI TELAPAK KAKI IBU

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS.31 Luqman: 14).

Setiap manusia tidak akan pernah mengingkari bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa orang lain. Kebutuhan terhadap orang lain memerlukan suatu hubungan yang baik. Bagaimana hubungan antara suami dan istri, antara sanak keluarga, ataupun antara orang tua dan anak; semuanya sudah diatur/digariskan Tuhan.

Kalau kita mau memperhatikan ayat pada awal tulisan ini, maka akan terbayanglah, betapa susah payah seorang ibu yang mengandung dan melahirkan. Masa mengandung sampai memisahkan dari susuan selama tiga puluh bulan.

Kemudian peranannya dalam rumah tangga begitu pening, mempunyai tanggung jawab yang sangat berat, dan penuh tantangan. Dialah pendidik utama dalam kehidupan dan membentuk generasi mendatang.

Sehingga tidak aneh kedengarannya bila seseorang yang datang kepada Nabi SAW dan bertanya: Siapakah yang berhak aku layani dengan sebaik-baiknya? Lantas beliau jawab ibumu sampai tiga kali, baru kemudian ayahmu.

Begitulah juga dengan “Seorang lelaki yang menemui Nabi SAW dan berkata ‘Ya Rasulullah, aku ingin mengikuti ekspedisi militer, bagaimana pendapatmu.’ Beliau bertanya apakah ia memiliki ibu, dan ketika diiyakan beliau menjawab, “Tinggallah bersamanya karena surga terletak di bawah telapak kakinya.” (Hadist). (Suzane Haneef, Mengapa Memilih Islam, CV Rosda, Bandung, H.156)

Kalimat terakhir pada hadist di atas “Surga terletak di bawah telapak kaki ibu” bukanlah suatu pandangan tradisional ataupun falsafah (ungkapan) kuno. Kata-kata tersebut mengandung suatu makna yang tinggi. Tak kan pernah lapuk kena hujan, tak kan pernah lekang kena panas. Akan berlaku terus walau musim telah berganti ataupun zaman telah canggih, dan akan tetap berkumandang di seluruh pelosok dunia.

Jum’at 29062012
Salam..teman-teman..
Jika orang tuamu masih hidup, maka berbaktilah kepada mereka. Jika mereka sudah meninggal dunia, maka do’akanlah. Jangan sampai lupa ya..!

Senin, 25 Juni 2012

puisi: pakaian buat kita


PAKAIAN BUAT KITA

malam datang
siang pergi,
silih berganti
berganti hari,

orang mau bilang apa? tak perduli.
yang jelas sekarang malam datang
jelang siang
malam, pakaian buat kita

malam, telan siang.       
bulan pun tersenyum bersama bintang cerah
tampilkan wajah berseri
raja siang tak berkutik lagi, malam ini
malam, pakaian buat kita

malam ini, tidurlah
malam, dijadikan-Nya
untuk istirahat
Dia jadikan malam, pakaian buat kita.

Senin, 25062012.